Senin, 04 Maret 2013

Dampak positif dan negatif menonton TV


Ilustrasi

 Dampak Positif dan Negatif Menonton Televisi

Telivisi sebagai media telekomunikasi visual penerima siaran audio dan visual, sudah menjadi pemandangan biasa. TV kini bukan lagi barang mewah bagi sebagian besar penduduk di dunia.
Semua warga negara yang ada di dunia ini pasti mengetahui TV. Dan hampir di setiap rumah, saat ini dipastikan memiliki TV.
Hal ini wajar karena televisi bisa membawa dampak positif jika kita menonton siaran yang bermanfaat menambah pengetahuan.
TV  adalah gambar yang paling kompleks pada media ruparungu dwimatra dinamis (moving audiovisual media). Peranannya sebagai media komunikasi visual sangat luar biasa dibandingkan media-massa yang lain.
Televisi mengkomunikasikan pesan-pesannya dengan cara yang sangat sederhana. Sifat televisi yang demikian, disebut sebagai penyampaian pesan sepintas atau transitory.
Karena itulah maka pesan pun harus mudah dipahami dalam sekilas dan dengan jenjang konsentrasi yang tidak setinggi membaca. Pesan-pesan yang harus bersifat begitu sederhana dengan idiom-idiom gambar yang sangat universal sehingga tayangan untuk orang dewasa pun dapat dipahami anak-anak.
Perkembangan TV
Televisi kini hampir dimiliki oleh sebagian besar masyarakat indonesia. Itu disebabkan karena ada pengaruh globalisasi perekonomian.
Peran globalisasi sangat berpengaruh pada perkembangan televisi. Tanpa adanya globalisasi perekonomian atau kerja sama dalam perdagangan antar dunia maka masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan program televisi seperti pada saat ini.
Indonesia dapat menyaksikan Siaran televisi pertama di Indonesia yang ditayangkan pada tanggal 17 Agustus 1962 bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke XVII. Siaran tersebut berlangsung mulai pukul 07.30 sampai pukul 11.02 WIB untuk meliput upacara peringatan hari Proklamasi di Istana Negara.
Hal tersebut merupakan sejarah penting pada pertelevisian di indonesia yang dipengaruhi oleh globalisasi perekonomian.
Televisi juga merupakan globalisasi jaringan informasi yang mana dengan globalisasi jaringan informasi masyarakat Indonesia dapat dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari negara-negara di dunia karena kemajuan teknologi. Serta dengan adanya globalisasi perekonomian, selera masyarakat dunia -baik yang berdomisili di kota ataupun di desa- menuju pada selera global.
Dampak Negatif
Televisi berdampak negatif anak–anak. Berdasar kajian ilimiah, bayi yang menonton DVD memiliki kemampuan berbahasa yang lebih rendah daripada bayi yang tidak menonton.
Selain itu, kemampuan anak mengenal huruf dan angka diukur pada usia sekolah, anak yang menonton televisi sebelum berusia 3 tahun memiliki skor yang lebih rendah dari pada anak yang tidak menonton televisi sebelum berusia 3 tahun.
Demikian pula, semakin banyak anak menonton televisi sebelum usia 3 tahun, semakin tinggi kemungkinannya mengalami masalah perhatian pada usia 7 tahun.
Selain, menonton televisi berpotensi memberikan dampak negatif bagi anak-anak, menonton televisi juga berdampak negatif bagi remaja, seperti perilaku agresif, penyalahgunaan zat, aktivitas seksual yang berisiko, gangguan pola makan, dan menurunnya prestasi di sekolah.
Sedangkan, dampak televisi bagi kesehatan manusia adalah tingkat kebugaran yang lebih rendah, jika menonton televisi dalam waktu lama berasosiasi dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi, dan tingkat kolesterol darah yang lebih tinggi.
Semakin banyak seseorang menonton televisi pada saat masih anak-anak, semakin tinggi kemungkinannya untuk mengalami obesitas pada saat dewasa. Menonton televisi dan perilaku menetap lainnya juga berasosiasi dengan semakin tingginya risiko kanker kolorektal,endometrial, ovarium, dan prostat serta risiko penyakit kardiovaskular.
Televisi juga berdampak positif bagi kehidupan manusia yaitu, dapat menambah wawasan atau pengetahuan atau informasi dan dapat belajar mengenai perilaku anti kekerasan, empati, toleransi kepada orang dari ras atau etnis lain, dan rasa hormat kepada orang yang lebih tua serta Informasi mendidik juga dapat diselipkan dalam program yang mempunyai nilai yang berkualitas.
Cara Mengatasi
Pada tahun 2001, Akademi Dokter Anak Amerika merekomendasikan sejumlah hal untuk mengatasi potensi dampak negatif televisi bagi anak-anak dan remaja, termasuk mengeluarkan televisi dari kamar anak, menghindarkan tontonan televisi dari anak berusia di bawah 2 tahun.
Serta mendorong orang tua untuk menemani anak menonton televisi dan memantau program televisi yang ditonton anak-anak agar informatif, mendidik, dan tidak berisi kekerasan.

0 komentar:

Poskan Komentar